Taman Wisata Alas Purwo, Destinasi Wisata Alam Terbaik

Sudah memutuskan tujuan wisata akhir pekan Anda? Cobalah berkunjung ke Taman wisata Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tidak perlu takut tersesat atau kehabisan biaya dan mati gaya setelah sampai sana. Karena ada tips dan ulasan lengkap tentang Taman Wisata Alas Purwo kali ini.

DSC_0350

Tips:
Di TamanNasional‬ Alas Purwo, Anda dapat menyewa kendaraan milik Perhutani. Harga sewanya Rp150.000,00 hingga Rp250.000,00, untuk itu Anda diperkenankan bernegosisasi. Sebenarnya trekking akan lebih menyenangkan karena melewati jalur hutan lindung yang cukup lebat.Anda yang ingin melakukan pengamatan ‪‎anekasatwa‬ paling baik adalah antara pukul 06.00 sampai 09.00 di pagi hari, atau pukul 14.00 hingga 17.00 di sore hari. Siang hari biasanya hewan akan masuk ke‪ hutan untuk mencari tempat teduh.Anda memerlukan informasi perizinan sebelumnya dengan menghubungi kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo, di Jalan Achmad Yani No. 108 Banyuwangi‬ 68416, Jawa Timur. Anda juga dapat menghubungi kantor tersebut melalui saluran telepon 0333-410857, fax. 0333-428675, atau E-mail: alaspurwo@telkom.net

Taman Nasional Alas Purwo 2

Transportasi

Taman Nasional Alas Purwo berada di Kecamatan Kalipuro‬, Kabupaten Banyuwangi. Letaknya di perlintasan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo‬. Dari arah Banyuwangi dapat ditempuh sekira 14 km ke arah utara atau sekitar 5 km dari Pelabuhan Ketapang‬.

Dari Banyuwangi sekitar 5 jam ke selatan melewati Kecamatan Rogojampi-Srono-Muncar-Tegaldlimo. Dari Banyuwangi sampai keTegaldlimo‬ sekitar 2 jam. Jalanannya cukup bagus beraspal. Dari Tegaldlimo lanjut ke Taman Nasional Alas Purwo sekitar 1 jam, jalannya sedikit rusak. Akhir perjalanan Anda akan tiba di Pos Perhutani Taman Nasional Alas Purwo. Dari sini kendaraan Anda dapat dititipkan di Pos Perhutani.

Dari Surabaya menuju Jember sekitar 4-5 jam, lalu dilanjutkan ke timur selatan melewati Gunung Kumitir-Kalibaru-Glenmore-Genteng-Rogojampi sekitar 2 jam. Lanjutkan perjalanan dengan rute.. yang sama dari Banyuwangi ke Taman Nasional Alas Purwo.

Dari Denpasar menuju Gilimanuk sekitar 2 jam, kemudian menyebrang ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, lalu rutenya sama dari Banyuwangi ke Taman Nasional Alas Purwo. Untuk memesan ‪‎speedboat‬ dari Bali Anda dapat memanfaatkan operator ‪‎surfing‬ di sana atau langsung menghubungi surfcamp G-LAND‬ Joyo’s Surf Camp di Jalan Benesari. No 77, Poppies Lane 2, Kuta 80361, Telp: +62 (361) 763166; +62 (361) 7462838; +62812380 5899.

Taman-Nasional-Alas-Purwo-3

Kuliner

Makanan khas Banyuwangi yang dominan dan mudah didapat yaitu rujaksoto, ‪‎pecelrawon‬, ‪‎segotempong‬, ‪‎gecoklucu, ‪‎janganbanci‬,‪‎janganklopo, dan ‪‎ndokpindang‬. Berbagai jenis jajanan khas sebagai oleh-oleh adalah kue bagiak‬, jenangselo‬, dan pisangsale‬.

Akomodasi

Ada tiga cottage‬ dan ‪‎junglecamp‬ yang berada dekat pantai di ujung timur ‪‎Plengkung‬, ‘Joyo’s Surf Camp, G-Land Bobby’s Surf Camp, dan G-Land Surf Camp. Anda juga dapat memilih Pantai Grajagan‬ untuk penginapan. Di surfcamp G-Land harga sewa kamarnya sekitar Rp150.000,00 hingga Rp500.000,00. Akan tetapi, Anda jangan berharap mendapat kamar dengan fasilitas hotel bintang. Kamar tersebut hanya tersedia 2 tempat tidur, 1 kipas angin kecil, kelambu, dan tembok dari triplek. Listrik hanya ada malam hari melalui genset. Ada jatah makan malam, makan pagi, dan makan siang. Kesederhanaan ini tidak akan mengurangi pengalaman luar biasa yang akan Anda peroleh di hutan yang mengagumkan Alas Purwo.

g-land_surfing

Kegiatan

Di Pancur ada sungai yang mengalir ke laut dari pantai yang agak terjal sepanjang tahun. Pancur menjadi pintu masuk petualangan Anda menuju gua-gua dan areal berselancar di Pantai Plengkung (G-Land). Di sini juga terdapat masjid, penginapan, dan warung-warung makan.

2032248620X310

Di Pantai Trianggulasi yang berpasir putih bersih dapat Anda lihat tempat bertelurnya empat jenis ‪‎penyu‬, yaitu penyu belimbing, penyu sisik, penyu abu-abu, dan penyu hijau. Waktu yang tepat untuk kegiatan ini adalah pada April-November.

Di Ngagelan‬ juga menjadi tempat penetasan dan penangkaranpenyu‬. Dari tujuh jenis penyu di dunia, enam jenis penyu terdapat di Indonesia, empat diantaranya adalah penyu belimbing, penyu sisik, penyu abu-abu, dan penyu hijau. Pantai Ngagelan dapat Anda capai sekira 3 km dari Rawabendo melalui Jalan Makadam.

Di Tanjung Sembulungan Anda dapat menikmati panorama pegunungan dan hutan yang berbatasan dengan Pantai Muncar. Selain juga terdapat tebing-tebing karang yang eksotik. Di Makam Gandrung‬ sering dijadikan lokasi selamatan nelayan Muncar. Biasanya setiap 15 Suro dilakukan upacara petik laut dengan melarung aneka jenis sesaji.

Di Cunggur merupakan daerah burung migran asal Australia di musim dingin menuju Asia untuk mencari makan.

Di Kayu Aking terdapat pantai berpasir putih seluas 12 km sepanjang bibir pantainya. Letaknya berbatasan langsung dengan Selat Bali.

Di Bedul ada Segoro Anakan sebagai kawasan wisata bahari dan identik sebagai hutan #mangrove termasuk yang terbesar se-Asia. Wilayah tersebut juga menjadi tempat breeding area dan nesting area beberapa jenis burung air seperti bangau tong tong, pecuk ular, trinil, raja udang, dan pelikan trinil. Selain itu, Bedul juga menjadi salah satu tempat yang digunakan masyarakat sekitar untuk mencari kerang, udang, kepiting, dan ikan dengan alat-alat tradisional. Hal tersebut justru menjadi daya tarik untuk Anda amati sembari berkeliling dengan perahu kayu yang unik yaitu “gondang ganding”.

Setelah mengunjungi Bedul, sebaiknya Anda kembali lagi ke Rowobendo, lalu putar ke arah Sadengan. Sadengan berada tak jauh dari pintu masuk Rawabendo, atau 3 km Jalan Makadam melalui pepohonan jati yang berusia tua. Di Sadengan ada tempat penggembalaan buatan seluas 80 hektar yang dilengkapi menara pandang untuk menikmati atraksi beragam hewan di rerumputan luas. Dari situ, Anda dapat lihat aneka satwa liar seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan, dan burung merak.

alas purwo